Rumah baru di AS dijual lebih lambat dari prediksi pada bulan Oktober dikarenakan para pengembang perumahan
yang lebih fokus pada pasar perumahan kelas atas (real estate).
Pembelian naik 0,7 persen ke 458,000 dari revisi 455.000 pada bulan
September. Departemen Perdagangan di Washington menyebutkan, data
tersebut merupakan data revisi, dimana data awalnya lebih rendah dari
yang dilaporkan. Rata-rata perkiraan dari 73 ekonom yang disurvei oleh
Bloomberg News memprediksi kenaikan ke 471,000. Angka rata-rata survei
ini memecahkan rekor baru.

Aturan pinjaman yang ketat dan lambatnya pertumbuhan upah menjadi hambatan untuk para first-time buyer (pembeli rumah yang benar-benar baru, yang belum pernah memiliki aset properti sebelumnya). Oleh karena itulah, para pengembang menjadi lebih terdorong untuk menyediakan kebutuhan rumah bagi para pelanggan yang berpenghasilan tinggi, yang tentu saja mempunyai daya beli yang tinggi atau mampu membayar lunas.
"Kita sedang berhadapan dengan buntut dari krisis," ungkap Jacob Oubina, ekonom senior AS di RBC Capital Markets LLC di New York, sebelum laporan tersebut dirilis. "Para pengembang saat ini sudah cukup optimis, tetapi mereka belum melihat arti pemulihan yang sebenarnya dalam aktivitas ekonomi."
Aturan pinjaman yang ketat dan lambatnya pertumbuhan upah menjadi hambatan untuk para first-time buyer (pembeli rumah yang benar-benar baru, yang belum pernah memiliki aset properti sebelumnya). Oleh karena itulah, para pengembang menjadi lebih terdorong untuk menyediakan kebutuhan rumah bagi para pelanggan yang berpenghasilan tinggi, yang tentu saja mempunyai daya beli yang tinggi atau mampu membayar lunas.
"Kita sedang berhadapan dengan buntut dari krisis," ungkap Jacob Oubina, ekonom senior AS di RBC Capital Markets LLC di New York, sebelum laporan tersebut dirilis. "Para pengembang saat ini sudah cukup optimis, tetapi mereka belum melihat arti pemulihan yang sebenarnya dalam aktivitas ekonomi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar