Untuk menganalisa pergerakan Candlestick di betonmarkets untuk meraih profit .Itulah
philosofi para trader betonmarkets dalam jangka panjang.Mereka hanya
mengharapkan profit dari satu buah candle saja namun dengan banyak point
yang harus didapat. Time frame yang biasanya digunakannya itu minimal 1
hari . Namun bagi kita para intraday trader pun bisa melakukan seperti
mereka , kita bisa meraih banyak point dengan membidik candle 2-5
jam-an.
3 teknik atau cara untuk membaca satu candle berikutnya yaitu :
1. Teknik membaca candle
Kita bisa membaca arah candle selanjutnya dengan merasakan candle sebelumnya . Karena asumsinya adalah bahwa jika candle sebelumnya besar maka arah candle selanjutnya adalah sama sebagai wujud dari yang tersisa yang dihabiskan.
Kita bisa membaca arah candle selanjutnya dengan merasakan candle sebelumnya . Karena asumsinya adalah bahwa jika candle sebelumnya besar maka arah candle selanjutnya adalah sama sebagai wujud dari yang tersisa yang dihabiskan.
Sebuah
candle ini sebenarnya diukur dari volumenya. Artinya jika sebuah candle
memiliki volume besar maka normalnya panjang badan candle pun besar
sebagai bentuk pemanfaatan tenaga itu. Mungkin kita bisa membayangkan
sebuah kendaraan yang memiliki bahan bakar banyak , kendaraan ini akan
mampu menempuh jarak yang jauh. Berbeda sekali jika bahan bakarnya hanya
sedikit , mungkin hanya bisa menempuh jarak yang pendek saja .
Oleh karena itu kita bisa mengambil kesimpulan :
Jika
candle sebelumnya memiliki tenaga besar namun badannya pendek maka ini
berarti tenaganya belum digunakan atau terjadi penyumbatan tenaga .
Sehingga candle selanjutnya akan meledak membentuk candle body panjang.
Jika
candle sebelumnya memiliki tenaga besar dan badan andle besar, maka ini
berarti tenaganya telah digunakan . Sehingga candle selanjutnya masih
tetap searah dengan tenaga candle sebelumnya namun panjang body candle
selanjutnya akan lebih pendek .
2.Teknik membaca posisi candle pada market volatile
Selain dengan ukuran volumenya , arah candle berikutnya juga bisa dilihat dari posisi candle itu sendiri . Candle pada market yang volatile tenaganya lebih besar dari candle yang berada pada market yang sepi. Sehingga pada market yang volatile badan candle biasanya lebih panjang.
Selain dengan ukuran volumenya , arah candle berikutnya juga bisa dilihat dari posisi candle itu sendiri . Candle pada market yang volatile tenaganya lebih besar dari candle yang berada pada market yang sepi. Sehingga pada market yang volatile badan candle biasanya lebih panjang.
Aturan
pemanfaatan tenaga yang membentuk panjang badan juga berlaku pada
posisi candle di market yang volatile . Anda bisa membayangkan apa
mungkin ditengah kondisi volatile candle yang pendek adalah sebuah
bentuk pelemahan trend? Apa mungkin pada saat maret sedang bergairah
mudah untuk dibalik arahkan ?
Jawabannya
tidak mungkin. Oleh karena itu jika anda melihat candle pendek (
spining top atau doji) setelah candle panjang pada volatilitas tinggi ,
itulah peluang terjadinya candle panjang.
3. Teknik membaca candle pada ujung trend
Ujung sebuah trend adalah area yang sangat potensial terjadinya pembalikan arah.Oleh karena itu biasanya sebuah ujung trend terjadi pada area yang jenuh. Tanda-tanda market akan balik arah adalah munculnya perlawanan dan percobaan balik arah dalam bentuk ekor candle.
Ujung sebuah trend adalah area yang sangat potensial terjadinya pembalikan arah.Oleh karena itu biasanya sebuah ujung trend terjadi pada area yang jenuh. Tanda-tanda market akan balik arah adalah munculnya perlawanan dan percobaan balik arah dalam bentuk ekor candle.
Jika
anda melihat sebuah candle dengan panjang ekor sama dengan atau lebih
besar dari panjang body dan terjadi di area jenuh, maka itu menunjukan
bahwa pada candle tersebut telah terdapat perlawanan . Oleh karena itu
arah candle selanjutnya akan berlawanan dengan arah trend yang sedang
terjadi.
Itulah beberapa teknik membaca satu candle berikutnya. Semoga bermanfaat .Tips-tips lain akan dibahas pada halaman berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar